Corona Virus merupakan keluarga virus yang menyerang pernafasan, dengan ciri umum flu biasa dan virus. Hampir mirip seperti SARS dan MERS. Daging mentah, susu, atau organ hewani harus ditangani dengan hati-hati, untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah, sesuai praktik keamanan pangan yang baik.
Di kota Wuhan Provinsi Hubei, Cina ditemukan virus baru yang sementara bernama Novel Coronavirus (2019-nCoV) pada tanggal 31 Desember 2019 lalu. Coronavirus merupakan keluarga virus yang menyerang pernafasan, dengan ciri umum flu biasa dan virus. Hampir mirip seperti SARS dan MERS.
(WHO, 2020)
Update :
Pada tanggal 11 Februari 2020, penyakit ini disahkan dengan nama COVID-19.
(WHO, 2020)
Untuk mengetahui lebih lanjut, lebih baik untuk mengetahui penyakit SARS dan MERS terlebih dahulu.
Gejala SARS :
Gejala-gejala ini memberat beberapa hari kemudian disertai dengan viraemia (virus berada di dalam aliran darah) 10 hari setelah onset.
Berbagai metode pemeriksaan laboratorium telah digunakan seperti PCR, ELISA.
PCR, untuk diagnosis berbagai penyakit infeksi, seperti Hepatitis, HIV, Human Papillomavirus, dan untuk mendeteksi M.tuberculosis.
ELISA, spesifisitas antibodi dengan sensitivitas uji enzim, dengan menggunakan antibodi atau antigen yang digabungkan ke dalam enzim yang mudah diakses.
Ketika terduga SARS diuji dengan tes laboratotium PCR positif, minimal menggunakan 2 spesimen yang berbeda (yaitu spesimen yang diambil dari nasofaring dan tinja). Atau 2 spesimen dari lokasi yang sama yang diambil pada hari yang berbeda (misalnya 2 sampel yang diambil dari aspirat nasofaring pada hari yang berbeda).
SARS disebabkan oleh coronavirus yang pada pemeriksaan dengan mikroskop elektron sama dengan coronavirus pada binatang. Virus ini stabil pada tinja dan urine pada suhu kamar selama 1 – 2 hari dan dapat bertahan lebih dari 4 hari pada penderita diare.
Cara penularan SARS :
Masa inkubasi : 1 – 10 hari
Masa penularan :
Masa penularan belum diketahui secara pasti. Dari penelitian awal yang pernah dilakukan tidak terjadi penularan sebelum muncul tanda dan gejala klinis, dan diduga masa penularan berlangsung kurang dari 21 hari.
Penyebab MERS-CoV :
Virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yg ringan sampai berat.
Gejala :
Median usia :
Cara penularan MERS-CoV :
Jumlah kasus, dan Kondisi Indonesia saat ini :
Sejak September 2012 s/d 01 Agustus 2013 jumlah kasus MERS-CoV yang terkonfirmasi secara global sebanyak 94 kasus dan meninggal 47 orang (CFR 50 %).
Pencegahan :
Setelah diketahui 2 penyakit yang diduga mirip dengan penyakit Nov-Corona. Saatnya mengetahui penyakit Novel Coronavirus.
Apapun yang mentah, tidak aman dikonsumsi karena mengandung bakteri maupun kemungkinan terdapat virus. Sebaiknya hindari mengkonsumsi daging-daging mentah, susu, atau organ hewani harus ditangani dengan hati-hati, untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah, sesuai praktik keamanan pangan yang baik.
Walaupun penyakit 2019-nCoV ditemukan di Cina ada baiknya kita menjaga kesehatan dan menghindari berbagai virus dengan melakukan tindakan pencegahan harus dilakukan sedini mungkin.
(WHO, 2020)
Update :
Pada tanggal 11 Februari 2020, penyakit ini disahkan dengan nama COVID-19.
(WHO, 2020)
Untuk mengetahui lebih lanjut, lebih baik untuk mengetahui penyakit SARS dan MERS terlebih dahulu.
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
SARS pertama kali dikenal pada bulan Februari 2003. Penyebabnya adalah coronavirus. Penyakit dengan gejala infeksi saluran pernafasan berat disertai dengan gejala saluran pencernaan yang prosentasenya belum diketahui secara pasti.Gejala SARS :
- malaise (terasa lemas, pusing, dan tidak enak badan)
- mialgia (nyeri otot, terasa pegal-pegal)
- demam
- batuk disertai kesulitan bernafas atau dengan diare
Gejala-gejala ini memberat beberapa hari kemudian disertai dengan viraemia (virus berada di dalam aliran darah) 10 hari setelah onset.

Berbagai metode pemeriksaan laboratorium telah digunakan seperti PCR, ELISA.
PCR, untuk diagnosis berbagai penyakit infeksi, seperti Hepatitis, HIV, Human Papillomavirus, dan untuk mendeteksi M.tuberculosis.
ELISA, spesifisitas antibodi dengan sensitivitas uji enzim, dengan menggunakan antibodi atau antigen yang digabungkan ke dalam enzim yang mudah diakses.
Ketika terduga SARS diuji dengan tes laboratotium PCR positif, minimal menggunakan 2 spesimen yang berbeda (yaitu spesimen yang diambil dari nasofaring dan tinja). Atau 2 spesimen dari lokasi yang sama yang diambil pada hari yang berbeda (misalnya 2 sampel yang diambil dari aspirat nasofaring pada hari yang berbeda).
SARS disebabkan oleh coronavirus yang pada pemeriksaan dengan mikroskop elektron sama dengan coronavirus pada binatang. Virus ini stabil pada tinja dan urine pada suhu kamar selama 1 – 2 hari dan dapat bertahan lebih dari 4 hari pada penderita diare.
Cara penularan SARS :
- kontak dekat, misalnya pada waktu merawat penderita, tinggal satu rumah dengan penderita atau kontak langsung dengan sekret/cairan tubuh dari penderita suspect.
- percikan (droplets)
- pakaian dan alat-alat yang terkontaminasi.
- media lingkungan yaitu dari saluran limbah (comberan) yang tercemar bahan infeksius dengan aerosolisasi mencemari udara atau secara mekanis dibawa oleh vector.
Masa inkubasi : 1 – 10 hari
Masa penularan :
Masa penularan belum diketahui secara pasti. Dari penelitian awal yang pernah dilakukan tidak terjadi penularan sebelum muncul tanda dan gejala klinis, dan diduga masa penularan berlangsung kurang dari 21 hari.
Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS)
MERS-CoV adalah singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus. Virus ini merupakan jenis baru dari kelompok Coronavirus (Novel Corona Virus).Penyebab MERS-CoV :
Virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yg ringan sampai berat.
Gejala :
- demam,
- batuk
- sesak nafas
- bersifat akut
- biasanya pasien memiliki penyakit ko-morbid.
Median usia :
- 49,5 tahun (range 2-94 tahun).
- 64 % kasus laki – laki.
Cara penularan MERS-CoV :
- Langsung :
- Tidak Langsung:
Jumlah kasus, dan Kondisi Indonesia saat ini :
Sejak September 2012 s/d 01 Agustus 2013 jumlah kasus MERS-CoV yang terkonfirmasi secara global sebanyak 94 kasus dan meninggal 47 orang (CFR 50 %).
Pencegahan :
- menggunakan masker,
- menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan memakai sabun
- menerapkan etika batuk ketika sakit.
Setelah diketahui 2 penyakit yang diduga mirip dengan penyakit Nov-Corona. Saatnya mengetahui penyakit Novel Coronavirus.
Hati-hati mengkonsumsi :
Daging mentah, susu, atau organ hewani harus ditangani dengan hati-hati, untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah, sesuai praktik keamanan pangan yang baik.Apapun yang mentah, tidak aman dikonsumsi karena mengandung bakteri maupun kemungkinan terdapat virus. Sebaiknya hindari mengkonsumsi daging-daging mentah, susu, atau organ hewani harus ditangani dengan hati-hati, untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah, sesuai praktik keamanan pangan yang baik.
Menanggulangi penyakit 2019-nCoV :
- Rutin membersihkan tangan dengan menggunakan sabun dan air atau alkohol;
- Ketika batuk dan bersin, tutup mulut dan hidung dengan siku tertekuk atau tisu, buang tisu dan cuci tangan;
- Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk;
- Jika Anda menderita demam, batuk, dan sulit bernapas, segera periksakan ke layanan kesehatan.
- Ketika mengunjungi pasar langsung di daerah yang saat ini mengalami kasus coronavirus baru, hindari kontak langsung tanpa perlindungan dengan hewan hidup.
- permukaan yang bersentuhan dengan hewan;
- Konsumsi produk hewani mentah atau setengah matang harus dihindari
(WHO,2020)
Walaupun penyakit 2019-nCoV ditemukan di Cina ada baiknya kita menjaga kesehatan dan menghindari berbagai virus dengan melakukan tindakan pencegahan harus dilakukan sedini mungkin.
COMMENTS